TULUNGAGUNG RADARTIMES.ID – Kebakaran melanda kawasan lahan Perhutani dan lahan milik warga di Dusun Kleponan dan Dusun Siwalan, Desa Tiudan, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung, Senin (7/9/2026) malam.
Api yang muncul di tengah kawasan lahan tersebut langsung mendapat penanganan gabungan. TNI, Polri, Perhutani, pemadam kebakaran, pemerintah kecamatan hingga warga turun bersama untuk mencegah kobaran api merambat ke wilayah permukiman.
Titik kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 18.15 WIB di Dusun Kleponan. Babinsa Desa Tiudan Koramil 0807/14 Gondang, Serka Sumarji, menerima informasi dari masyarakat sekitar pukul 18.30 WIB.
Mendapat laporan tersebut, Serka Sumarji bersama pemerintah desa langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah unsur terkait. Dukungan empat unit kendaraan Damkar Kabupaten Tulungagung kemudian dikerahkan ke lokasi.
Sedikitnya 55 personel terlibat dalam penanganan kebakaran. Mereka terdiri dari tujuh anggota TNI, lima personel Polri, lima petugas Perhutani, tiga personel Kecamatan Gondang, 15 petugas Damkar serta sekitar 20 warga.
Kerja sama tersebut membuahkan hasil. Kobaran api di Dusun Kleponan berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.00 WIB. Sedangkan penanganan di Dusun Siwalan masih dilanjutkan karena masih terdapat titik api meski kondisinya sudah mengecil.
Petugas tetap melakukan penyiraman dan pemantauan di sekitar lokasi guna mengantisipasi munculnya kembali bara api.
Luas lahan yang terdampak diperkirakan sekitar dua hektare. Dalam kejadian tersebut tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian. Tanaman jati di kawasan Perhutani juga disebut tetap dalam kondisi aman.
Serka Sumarji menegaskan, kecepatan merespons laporan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang lebih luas.
“Begitu menerima laporan, kami langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait untuk melakukan pemadaman. TNI bersama Damkar, Perhutani dan masyarakat bergerak bersama agar api segera terkendali dan tidak meluas,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan warga dalam proses penanganan kebakaran. Menurutnya, kepedulian masyarakat sangat diperlukan, terutama ketika potensi kebakaran lahan meningkat pada musim kemarau.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Jika menemukan titik api, segera laporkan agar bisa ditangani sedini mungkin,” katanya.
Sinergi lintas unsur tersebut menunjukkan pentingnya respons cepat dan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan, sekaligus menjaga agar api tidak mengancam lingkungan maupun permukiman warga.
(Anil)










