GRESIK RADARTIMES.ID – Upaya mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa terus mendapat dukungan dari kalangan perguruan tinggi. Salah satunya melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Islam Al-Azhar Gresik di Kecamatan Kedamean, Kabupaten Gresik.
Penerimaan mahasiswa KKN tersebut digelar di Balai Pendopo Kecamatan Kedamean, Selasa (1/9/2026). Sebanyak 40 mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut dengan didampingi unsur pemerintah kecamatan, pemerintah desa, TNI-Polri serta civitas akademika Universitas Islam Al-Azhar Gresik.
Kegiatan KKN kali ini mengangkat tema “Membangun Desa Cerdas Masa Depan Melalui Kearifan Lokal Menuju Masyarakat Berdaya.” Tema tersebut menjadi pijakan bagi mahasiswa untuk turut menggali berbagai potensi yang dimiliki desa sekaligus membantu menghadirkan gagasan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Prosesi penerimaan berlangsung dalam suasana penuh antusiasme. Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan sejumlah pihak, hingga penyematan tanda KKN kepada para mahasiswa.
Mewakili Danramil 0817/03 Kedamean, Serka Budi Santoso menyampaikan dukungan terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat menjadi kesempatan untuk saling belajar sekaligus mengembangkan potensi yang ada di desa.
“Kami menyambut baik kegiatan KKN ini. Jadikan kesempatan ini untuk belajar bersama masyarakat, menghormati kearifan lokal, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan desa. Kami dari Koramil siap mendukung terciptanya kegiatan yang aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia juga berharap para mahasiswa dapat membangun komunikasi yang baik dengan warga selama menjalankan program KKN. Dengan demikian, kegiatan yang dilakukan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kehadiran mahasiswa KKN Universitas Islam Al-Azhar Gresik di Kecamatan Kedamean diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, berbagai potensi lokal diharapkan dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung terciptanya desa yang cerdas, mandiri dan semakin berdaya.
REDAKSI










