Bahas Kamtibmas hingga Narkoba, Polres Sampang Ajak Pers dan Masyarakat Jadi Mitra Pengawasan

BERITA UTAMA, NEWS, POLRI33 Dilihat

SAMPANG | RADARTIMES.ID – Persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi pembahasan utama dalam pertemuan Polres Sampang bersama sejumlah elemen masyarakat. Polisi tidak hanya menyampaikan pesan Kamtibmas, tetapi juga membuka ruang bagi peserta untuk menyampaikan kritik dan persoalan yang terjadi di lapangan.

Pertemuan dikemas melalui kegiatan Silaturahmi dan Coffee Morning yang berlangsung Kamis (27/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti insan pers, LSM, mahasiswa, Sabuk Kamtibmas hingga komunitas ojek online (ojol).

Suasana pertemuan berlangsung santai namun sarat pembahasan. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta bersholawat bersama.

Kapolres Sampang mengatakan, menjaga situasi wilayah agar tetap aman bukan semata-mata menjadi tugas kepolisian. Dibutuhkan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat untuk mendeteksi sekaligus menyelesaikan persoalan yang berpotensi mengganggu Kamtibmas.

“Kami berkomitmen akan terus mengayomi masyarakat dengan mengedepankan kondusivitas wilayah Kabupaten Sampang. Tak lupa kami akan berusaha menciptakan suasana nyaman, aman, sejuk serta tenteram,” kata Kapolres.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengajak insan pers menjalankan fungsi kontrol sosial dengan menyajikan informasi yang aktual dan dapat dipertanggungjawabkan. Penyebaran informasi yang belum terverifikasi atau hoaks diharapkan tidak terjadi karena dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Kritik soal Komunikasi hingga Narkoba

Forum yang digelar Polres Sampang tersebut dimanfaatkan peserta untuk menyampaikan sejumlah masukan. Salah satunya datang dari Mamang yang disebut sebagai Ketua MCS Sampang.

Ia meminta agar komunikasi antara kepolisian dengan aktivis, LSM dan kelompok masyarakat dibangun secara rutin, bukan hanya ketika terdapat kegiatan atau kepentingan tertentu.

“Terutama Kapolres Sampang yang baru ini dapat menciptakan komunikasi yang baik dengan kami. Tidak hanya saat dibutuhkan saja kami dilibatkan pada agenda Polres, setelah itu kami diabaikan,” ujarnya.

Persoalan narkoba juga menjadi perhatian dalam dialog. Sauri dari unsur LSM secara langsung meminta kepolisian meningkatkan pemberantasan terhadap peredaran narkotika di wilayah Sampang.

“Tolong berantas narkoba yang ada di Kabupaten Sampang ini,” katanya.

Menjawab masukan tersebut, Kapolres menegaskan bahwa kepolisian akan terus berupaya menekan penyalahgunaan narkoba sekaligus melakukan penindakan terhadap pelaku yang terlibat.

Namun, menurutnya, pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan masyarakat. Informasi dari masyarakat dinilai dapat membantu polisi dalam mengungkap aktivitas peredaran narkoba.

“Kami akan berusaha sekuat tenaga, mengedepankan langkah-langkah yang baik untuk menekan dan memberikan penindakan terhadap penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Sampang ini. Kami pun berharap ada kerja sama dari kawan-kawan aktivis, LSM, insan pers dan tokoh masyarakat untuk bersama memberikan informasi-informasi terkait peredaran narkoba ini,” ungkapnya.

Ojol Minta Kepolisian Hadir Saat Menghadapi Persoalan

Tak hanya narkoba, persoalan yang berkaitan dengan aktivitas pengemudi ojol turut dibicarakan dalam pertemuan tersebut.

Perwakilan komunitas ojol menyampaikan harapan agar kepolisian memberikan perhatian dan perlindungan ketika pengemudi menghadapi persoalan saat menjalankan pekerjaannya, baik ketika mengangkut penumpang maupun mengantarkan paket.

Sementara itu, Bang Azis dari Lacak Pos menekankan pentingnya akses komunikasi antara masyarakat dan kepolisian tetap terbuka.

“Kami berharap tidak menutup komunikasi dari kami dengan Polres Sampang,” ujarnya.

Kapolres pun memastikan pihaknya tidak menutup diri terhadap masukan dari masyarakat. Ia bahkan mempersilakan aktivis, LSM dan insan pers menyampaikan kritik sepanjang bertujuan menjaga kondusivitas serta mendukung kemajuan Kabupaten Sampang.

“Kami membuka diri kepada aktivis, LSM dan insan pers untuk memberikan saran dan kritikan yang baik sepanjang untuk kondusivitas dan kemajuan Kabupaten Sampang,” tegasnya.

Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi semata. Komunikasi antara kepolisian dan berbagai elemen masyarakat diharapkan terus berjalan sehingga persoalan Kamtibmas dapat dibahas secara terbuka dan ditangani secara bersama.

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *