Kapolda Jatim Jogo Jatim Perlindungan Perempuan dan Anak

HUKUM, KRIMINAL, POLRI28 Dilihat

RADARTIMES.ID SURABAYA Upaya melindungi perempuan dan anak dari kekerasan, eksploitasi, hingga tindak pidana perdagangan orang (TPPO) membutuhkan keberanian seluruh elemen masyarakat untuk tidak memilih diam ketika menemukan adanya persoalan di lingkungan sekitar.

Pesan tersebut disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat membuka kampanye Rise and Speak dengan tema “Berani Bicara Selamatkan Sesama” di Surabaya, Selasa (15/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Irjen Nanang menekankan pentingnya keberanian masyarakat untuk menyampaikan laporan apabila mengetahui atau melihat indikasi kekerasan seksual, eksploitasi terhadap perempuan dan anak, maupun praktik TPPO.

Menurutnya, karakter Jawa Timur sebagai wilayah dengan aktivitas ekonomi, pariwisata, dan mobilitas masyarakat yang tinggi juga menghadirkan tantangan dalam menjaga keamanan serta perlindungan kelompok rentan.

Karena itu, semangat “Jogo Jatim” dinilai perlu dimaknai lebih luas. Tidak hanya berkaitan dengan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga menciptakan ruang publik yang aman, inklusif, serta memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak.

“Jangan pernah menjadi penonton ketika melihat sesama kesulitan. Jangan diam saat menyaksikan ketidakadilan. Satu suara yang berani dapat menyelamatkan satu kehidupan,” tegas Irjen Nanang.

Ia menjelaskan, keberanian korban maupun masyarakat untuk melapor menjadi bagian penting dalam memutus rantai intimidasi, kekerasan, dan trauma. Penanganan persoalan tersebut juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur, mulai dari keluarga, lingkungan pendidikan, dunia usaha, hingga komunitas digital.

Kapolda Jatim menyampaikan bahwa jajaran Polda Jatim terus mengoptimalkan fungsi Direktorat Reserse PPA dan PPO sebagai bagian dari upaya memperkuat layanan pengaduan serta penanganan perkara yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Irjen Nanang juga mengajak generasi muda untuk membangun keberanian yang tetap dibarengi sikap bijaksana dan kepedulian terhadap sesama.

“Jadilah generasi yang berani bersuara tetapi tetap santun, berani bertindak bijaksana, dan membela kebenaran dengan menjunjung nilai kemanusiaan,” pungkasnya.

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *