RADARTIMES.ID KUNINGAN, Jawa Barat — Rencana pengembangan energi panas bumi (geothermal) di kawasan Ciremai mendapat perhatian dari Humas Setya Kita Pancasila sekaligus Staf Khusus Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon, Rd. Sandy Tumiwa, S.H.
Sandy meminta rencana tersebut tidak hanya dihitung dari sisi kebutuhan energi dan investasi, tetapi juga melalui kajian teknologi, keselamatan serta dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat.
Menurutnya, pengembangan geothermal tidak seharusnya ditempatkan dalam pilihan sederhana antara menerima atau menolak. Pemanfaatan energi bersih, kata Sandy, tetap dapat dilakukan sepanjang dibarengi teknologi yang tepat dan sistem perlindungan lingkungan yang ketat.
“Kami tidak anti-geothermal dan tidak anti-investasi. Ketahanan energi nasional penting, tetapi teknologi yang digunakan harus benar-benar sesuai dengan kondisi geologi, lingkungan dan sosial masyarakat Ciremai,” ujar Sandy dalam keterangannya.
Ia mendorong pemerintah melibatkan ahli independen, perguruan tinggi, lembaga penelitian serta mitra teknologi berpengalaman untuk melakukan technology assessment sebelum menentukan teknologi yang akan digunakan.
Beberapa teknologi geothermal modern, menurut Sandy, layak dikaji, antara lain binary cycle, sistem reinjeksi, Enhanced Geothermal Systems (EGS), closed-loop geothermal, hingga sistem pemantauan lingkungan berbasis sensor dan teknologi digital.
Sandy menilai aspek keselamatan dan perlindungan sumber daya air harus menjadi prioritas. Karena itu, diperlukan data awal mengenai kondisi mata air, air tanah, sungai, kualitas dan debit air, ekosistem serta biodiversitas di kawasan yang berpotensi terdampak.
“Pemilihan teknologi jangan semata-mata berdasarkan biaya. Faktor keselamatan, efisiensi dan kemampuan teknologi dalam menekan risiko terhadap air, hutan serta ekosistem harus menjadi pertimbangan utama,” tegasnya.
Ia juga mendorong penggunaan sistem pemantauan lingkungan secara berkelanjutan dan transparan. Teknologi digital, menurutnya, dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi perubahan parameter lingkungan secara lebih cepat sehingga langkah pencegahan maupun tindakan korektif dapat segera dilakukan.
Selain persoalan teknologi dan lingkungan, Sandy menyoroti manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ia mengusulkan agar program tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada bantuan sesaat, tetapi diarahkan menjadi skema community benefit sharing.
Program tersebut dapat mencakup pendidikan, kesehatan, penyediaan air bersih, pertanian, UMKM, pelatihan tenaga kerja, penciptaan lapangan kerja hijau, pengembangan ekonomi desa hingga konservasi lingkungan.
“Masyarakat sekitar harus menjadi bagian dari manfaat pembangunan. Jangan hanya menerima bantuan sesaat, tetapi harus ada program yang meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi mereka,” katanya.
Sandy juga membuka peluang kerja sama teknologi dengan negara-negara yang memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan panas bumi. Namun, kerja sama tersebut harus tetap disesuaikan dengan kebutuhan nasional serta karakteristik wilayah Ciremai.
Ia berharap pengembangan geothermal Ciremai nantinya dapat menjadi model pembangunan energi yang mampu mempertemukan kepentingan ketahanan energi, investasi, kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Menjaga Ciremai bukan berarti menutup pintu terhadap kemajuan. Tantangannya adalah bagaimana teknologi bisa menghasilkan energi sekaligus menjaga alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Sandy.
RAFARTIMES.ID










